melody axel



Hal 5
            Selama beberapa hari ini tinggal diatap yang sama dengan axel selalu membuat aku begitu penasaran dan terus memikirkannya, padahal sebelumnya aku tidak pernah seperti ini. perlahan lahan mungkin aku mulai terbiasa untuk memulai percakapan dengannya. Hanya hal-hal kecil seperti apa saja yang akan dilakukan hari ini atau memasak apa untuk menu siang dan malam nanti. 

Axel : apa tidak membosankan?
Luna : apa kamu bertanya kepada ku?
Axel : tentu saja (memegang cangkir kopir)
Luna : berarti pertanyaan mu tidak tepat untuk ku, karena disini aku merasa hidup,        aku tidak kekurangan apapun dan aku mendapatkan kasih sayang orang tua yang lebih besar. Sebaliknya apa axel tidak bosan disini?
Axel : kenapa aku harus bosan, disini aku juga merasa hidup dengan hanya melihat mu, aku ingin sekali menemani mu 24 jam disini tetapi aku ada pekerjaan setiap malam.
Luna : ku kira kamu hanya seorang pengangguran.
Axel : ya terkadang aku menjadi pengangguran, terkadang juga aku menjadi pekerja.
Luna ; perkerjaan seperti apa yang kamu lakukan memangnya?
Axel : apa saja yang bisa aku lakukan itu bisa menjadi pekerjaan ku, tetapi yang jelas pekerjaan ku selama setahun ini berbuah hasil, aku menemukannya (tersenyum sambil memandang wajah luna)

            Tatapannya selalu menjadi pertanyaan untuk ku. Untuk sesaat aku merasa, aku sangat takut kepadanya namun sesaat kemudian aku merasa sedih.


Hal 6
            Aku tidak ingat bagaimana aku berakhir hanya dengan tinggal dirumah ini dan kenapa hanya ingatan setahun ini yang aku ingat. Tahun – tahun sebelumnya bahkan masa kecil ku pun sulit untuk ku ingat. Kata dokter aku tidak mengalami amnesia, bahkan aku sudah melakukan pengobatan lainnya namun hasilnya nihil. Setiap aku berusaha untuk mengingatnya, seketika itu juga aku pingsan. Aku selalu cemas ketika berada diluar, perasaan ku mengatakan bahwa akan ada seseorang yang akan menangkapku, aku benar-benar takut. Makanya mama dan papa tidak memaksa ku lagi dan membiarkan kehidupanku dimulai hanya disini. 

Axel : sampai disini saja, aku terkesan.
Luna : terima kasih, sepertinya aku mulai terbiasa.
Axel  : tetapi untuk orang yang baru belajar, permainan piano mu tadi sungguh sangat indah seperti seolah-olah kamu tidak belajar hanya dalam beberapa hari.
Luna : aku juga terkejut, aku bisa melakukannya namun permainan axel sungguh sangat luar biasa bagi ku.
Axel : bagaimana jika kita menonton film?
Luna : bukan ide yang buruk.

            Kami menonton diruang tengah, menonton film romance Indonesia, judulnya heart 2 heart. Kisah ini benar-benar singkat. Mereka menyukai dan mengorbakan sesuatu untuk yang dicintai. Di akhir film, aku tidak bisa berbohong dan sulit untuk tidak menangis.

Axel : apa sesedih itu?
Luna: apa kamu tidak merasakannya.. cinta mereka tulus.
Axel : itu tidak nyata, aku tidak merasakan apapun hanya saja apa yang dilakukan cowok itu sungguh konyol.
Luna : ku rasa hanya itu yang bisa dilakukan nya
Axel : apa kamu akan berkorban seperti itu juga untuk orang yang kamu cintai?
Luna : aku tidak tahu, bukankah pengorbanan itu dilakukan agar semua orang bahagia? Namun jika pengorbanan itu akan membuat orang yang kucintai bahagia, bagaimana dengan orang-orang yang mencintaiku, apa mereka juga akan bahagia?

             Aku melihatnya ketawa, namun tiba-tiba berubah menjadi tenang lagi.

Axel : mungkin suatu saat kamu sendiri yang akan menemukan jawabannya. aku harus pergi. terima kasih untuk hari ini luna.

            Aku mengantarnya sampai kedepan pintu, hari ini berlalu begitu cepat, setiap kali melihatnya pergi selalu ada hati yang kosong tertinggal. Apa aku menyukainya? Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu.
  

bersambung ~ ~

Komentar